Mohon maaf belum ada gambar slide, ini hanya contoh saja

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Mohon maaf belum ada gambar slide, ini hanya contoh saja

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Mohon maaf belum ada gambar slide, ini hanya contoh saja

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Mohon maaf belum ada gambar slide, ini hanya contoh saja

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Mohon maaf belum ada gambar slide, ini hanya contoh saja

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Jumat, 26 Juli 2013

IPM: Masa Orientasi Siswa Baru Bukan Ajang Penyiksaan

Jakarta – Ikatan Pelajar Muhammadiyah menilai MOS yang diselenggarakan oleh sekolah-sekolah dirasa tidak sesuai dengan kebutuhan siswa baru. Jika siswa baru membutuhkan penyesuaian terhadap lingkungan sekolah baru tentu kegiatan-kegiatannya mesti sesuai dengan hal tersebut. Sampai saat ini, kegiatan MOS di sekolah-sekolah tidak sesuai dengan kebutuhan siswa baru.
Ipmawan Fida Afif Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) menyesalkan meninggalnya Aninda Puspita, siswi SMK 1 Pandak Kabupaten Bantul, Yogyakarta saat menjalani kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS). Aninda yang memiliki jejak rekam penyakit epilepsi meninggal dunia usai menjalani hukuman squat jump pada Jumat (19/7) lalu.
“MOS cenderung sebagai ajang perploncoan terhadap siswa baru. Padahal, kebutuhan siswa baru itu memeroleh suasana hangat dan menyenangkan di lingkungan sekolah baru, bukan mendapatkan banyak tugas yang aneh-aneh. Kepala sekolah mesti bisa membedakan antara kreatifitas dan upaya “mengerjai” siswa baru”, ujarnya.
Fida juga menambahkan, “IPM mengutuk semua pelaksanaan MOS yang tidak memberikan penghargaan terhadap siswa baru dan mengarah pada merendahkan para siswa baru.”
Di beberapa sekolah pelaksanaan MOS menggunakan ala perploncoan. Siswa baru diminta membawa barang-barang yang aneh, berpakaian aneh, bahkan harus melakukan tindakan-tindakan yang kurang sesuai. Lebih tragis lagi, ditemukan siswa yang meninggal.
“Aktivitas siswa baru di sekolah baru seharusnya diisi dengan kegiatan menyenangkan, perlombaan-perlombaan, atau kegiatan yang meningkatkan motivasi belajar siswa”, tambah mahasiswa semester akhir UIN Sunan Kalijaga tersebut.
Guru, kepala sekolah, dan pelajar itu sendiri mesti bisa benar-benar membedakan antara kebutuhan siswa dan kegiatan yang mubazir. Maka mereka idealnya bisa mengkritisi MOS. Terkait dengan pelaksanaan MOS yang ada, Fida ‘Afif meminta kepada Mendikbud RI agar meniadakan kegiatan MOS karena tidak sesuai dengan kebutuhan siswa baru.
Seperti diketahui, Aninda dihukum squat jump karena dinilai melakukan pelanggaran peraturan peserta MOS. Ia bersama sekitar 20 siswa lainnya tidak mematuhi aturan dalam memakai baju. Karena itu, mereka dihukum squat jump 10 kali. Setelah masuk ke barisan, Aninda tiba-tiba jatuh dan pingsan. Ia segera dibawa ke ruang UKS untuk diberikan pertolongan pertama. Namun karena tidak kunjung sadar, korban dibawa ke RS PKU Muhammadiyah, Bantul. Saat sampai di rumah sakit sekitar pukul 16.10 WIB, korban sudah meninggal. (www.muhammadiyah.or.id)

Rabu, 24 Juli 2013

Berbagi Bersama Dari IPM...

Gb. IPM Sukoharjo membagikan ta'jil gratis di bundaran proliman skh.
SUKOHARJO – Puluhan anggota Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kab. Sukoharjo melakukan aksi bagi-bagi ta’jil gratis di sekitar Bundaran Proliman Sukoharjo dan Terminal Sukoharjo, Sabtu (20/7) sore. Dengan berbekal ratusan ta’jil yang diwadahi dalam sebuah kardus berbendera IPM, mereka membagikan ta’jil gratis tersebut kepada warga sekitar.
Acara yang merupakan inisiatif sendiri dari para anggota IPM tersebut, merupakan bentuk kepedulian para pelajar Muhammadiyah terhadap keadaan masyarakat sekitar. “Acara ini merupakan program dari IPM. Dibantu dengan sokongan dana dari pihak ketiga, kita ingin membantu saudara kita yang mungkin saat ini mengalami kesulitan iftar. Ya kesulitannya mungkin macam-macam, ada yang lagi safar, masih bekerja dan lain sebagainya. Kita disini intinya ingin membantu masyarakat di sekitar sini.” Ungkap koordinator acara, Farizan Hazmi.
Setelah menghabiskan waktu selama hampir setengah jam, para anggota IPM tersebut berkumpul di Gedung Dakwah Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo untuk mempersiapkan buka bersama. Buka puasa bersamapun berlangsung sangat ramai dikarenakan banyaknya anggota IPM. “Ini merupakan buber kita (IPM, red) untuk yang ketiga selama Ramadhan. Sebelumnya sudah pas waktu pengajian di Grogol dan dengan anak panti di Miftahul Jannah. Harapannya, dengan sering buka bersama begini, kebersamaan antar anggota IPM di Sukoharjo baik dari tingkat ranting hingga daerah dapat terjaga dengan baik.” Ujar ketua umum PD IPM Sukoharjo Pendriyono, disela-sela buka bersama.
Sementara itu, diwaktu yang lain. Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) juga mengadakan acara bagi-bagi ta’jil gratis di bundaran Proliman Sukoharjo, Rabu (17/7) sore. Di komandani oleh Andi Gunaryanto dari MDMC Jawa Tengah, anggota MDMC terlihat semangat membagikan ta’jil kepada warga sekitar dan juga para pengguna jalan yang sedang menempuh perjalanan jauh. (Farizan Hazmi)

Our Photos

Bagi-bagi ta'jil PD IPM Sukoharjo di Proliman, SKH.

Logo Ekspedisi Lawu Bidang ASBO PD IPM Sukoharjo

Logo Gerakan Pelajar Membaca PD IPM SKH.

IPM Sukoharjo bersama Anak Yatim di CFD Sukoharjo

IPM adakan Kajian dan Buka Bersama




GROGOL – Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kab. Sukoharjo mengadakan kajian sekaligus buka puasa bersama di kediaman ketua umum PD IPM Sukoharjo Pendriyono, Sabtu (13/7). Acara yang merupakan program kerja rutin dari PD IPM Sukoharjo tersebut diisi oleh alumni IPM Sukoharjo yang saat ini aktif menjadi anggota Pemuda Muhammadiyah, Muhammad Nasridini.

Di hadiri oleh puluhan ipmawan dan ipmawati di Sukoharjo, acara pengajian tersebut berlangsung dengan lancar. Dalam acara pengajian tersebut, Nasridini menyampaikan materi tentang gaya kepemimpinan Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wa salam. Dalam penyampaiannya, Nasridini mengingatkan kepada para mustami’ bahwa Rasulullah dalam memimpin bukanlah hanya seorang konseptor, bukan hanya seorang yang membuat konsep lalu memerintahkan orang lain. Tetapi Rasulullah juga seorang eksekutor dalam setiap konsep yang beliau buat. Tidak hanya memerintah, tapi juga berbuat. Hal inilah yang betul-betul ditekankan oleh Nasridini kepada para pengurus IPM yang ada di kabupaten Sukoharjo.

Sementara itu, salah satu peserta kajian yang juga Ketua Umum PD IPM Sukoharjo, Pendriyono mengungkapkan, “Apa yang disampaikan mas Nasri dalam pengajian tadi benar-benar bisa menjadi pembelajaran bagi saya khususnya dan bagi seluruh pengurus IPM di Sukoharjo baik dari tingkat daerah hingga ranting, bahwa dalam memimpin, kita harus selaras antara perkataan dan perbuatan.” Senada dengan Pendriyono, banyak peserta yang merasakan manfaat dari kajian ini. Seperti yang diungkapkan oleh peserta lain, Agung Prabowo, “Ini bisa jadi introspeksi bagi kita. Apakah kita sudah memimpin seperti kepemimpinan Rasulullah di zaman dahulu atau belum.”

Setelah kajian usai, acara pada hari itu diakhiri dengan buka puasa bersama yang diikuti oleh pimpinan IPM baik dari tingkat ranting, cabang maupun daerah. Pada saat buka puasa, terlihat rasa kebersamaan yang terjalin antar ipmawan maupun ipmawati. “Acara ini kan selain buat nambah ilmu, juga buat menambah keakraban antar pimpinan IPM. Yang di daerah bisa lebih kenal dengan yang di cabang dan di ranting. Begitu juga sebaliknya.” Ungkap seorang ipmawan dari Kartasura yang namanya tidak mau disebutkan. (farizan Hazmi)

Minggu, 14 Juli 2013

Hisab Hakiki Wujudhil Hilal (1 Ramadhan)

HARI BERMUHAMMADIYAH
Menyongsong Ramadhan 1434 H
di Masjid Besar Kota Sukoharjo

Assalamu'alaikum sahabat IPM.....
Dengan media blog ini semoga bisa menjadi alat untuk amar ma'ruf nahi mungkar. Mengingat begitu bebasnya dunia maya. Melebihi bebasnya di kehidupan nyata ini. Dengan ini pula semoga bisa mengingatkan pada teman-teman semua bahwa kita selalu dalam rekaman dan pengawasan Alloh SWT. Mengingat bahwa sekarang adalah bulan penuh berkah, bulan kebaikan dan bulan dari seribu bulan. Sebelumnya mari kita tengok ke belakang, bahwa dalam penetapan 1 Ramadhan ada perbedaan pendapat. Ada yang membela habis-habisan bahwa 1 Ramadhan yang paling benar adalah "1 Ramadhan yang aku anut". Trus saling adu argument deh... ujung-ujungnya saling menimbulkan amarah satu dengan yang lainnya, masak memasuki Bulan Ramadhan dengan kebencian? wuhhhhhh rugi Broooooooooooooooo....
Yang parahnya lagi ada orang yang ikut-ikutan trus ngolok-olok yang lain tanpa tahu ilmu dasarnya. "Astaghfirulloh". sekali lagi, ucapkan bersama-sama "ASTAGHFIRULLOH". Benar-benar tong kosong berbunyi nyaring. Kebetulan sahabat IPM, kemarin ada pencerahan dari Bapak "Bupati" Muhammadiyah Sukoharjo dalam sambutannya di Hari BerMuhammadiyah. Mari kita kulas bersama-sama.
Dalam acara Hari bermuhammadiyah kemarin, 7 Juli 2013 M, Bapak Guntur Subyantoro selaku Ketua Umum Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sukoharjo memberikan pencerahan dalam sambutan beliau. Muhammadiyah menentukan awal Ramadhan tepat pada hari Selasa, 9 Juli 2013. Hasil ini berdasarkan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal, mengingat begitu banyaknya metode penetapan awal bulan "Hijriyah".

Mengapa harus Metode Hisab Hakiki Wujudhil Hilal?
Firman Allah dalam surat ar-Rahman ayat 5 dan surat Yunus ayat 5 ;

Artinya: “Matahari dan Bulan beredar menurut perhitungan” [QS. Ar-Rahman (55): 5]


Artinya: “ Dia-lah yang menjadikan Matahari bersinardan Bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya bagi Bulan itu manzilah-manzilah, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui” [QS. Yunus (10) :5]

pada 2 ayat di atas disebutkan sudah menunjukkan bahwa Bulan dan matahari memiliki sitem peredaran yang ditetapkan oleh Sang Pencipta dan peredarannya itu dapat dihitung. Penegasan bahwa peredaran matahari dan Bulan dapat dihitung bukan sekedar informasi, melainkan suatu isyarat agar dimanfaatkan untuk penentuan bilangan tahun dan perhitungan waktu secara umum.

Ini lho Hisab Hakiki Wujudhil Hilal


Muhammadiyah dalam penyusunan kalender Hijriyah baik untuk keperluan sosial maupun ibadahnya (Ramadhan, Syawwal dan Zulhijjah) menggunakan kriteria yang dinamakan "Hisab Hakiki Wujudul Hilal". Kriteria ini menyatakan bahwa awal bulan Hijriyah dimulai apabila telah terpenuhi tiga kriteria berikut:
1) telah terjadi ijtimak (konjungsi),
2) ijtimak (konjungsi) itu terjadi sebelum matahari terbenam, dan
3) pada saat terbenamnya matahari piringan atas Bulan berada di atas ufuk (bulan baru telah wujud). Ketiga kriteria ini penggunaannya adalah secara kumulatif, dalam arti ketiganya harus terpenuhi sekaligus. Apabila salah satu tidak terpenuhi, maka bulan baru belum mulai. Atau dalam bahasa sederhanya dapat diterjemahkan sebagai berikut:



"Jika setelah terjadi ijtimak, Bulan terbenam setelah terbenamnya Matahari maka malam itu  ditetapkan sebagai awal bulan Hijriyah tanpa melihat berapapun sudut ketinggian Bulan saat Matahari terbenam".



Berdasarkan posisi hilal saat Matahari terbenam di wilayah Yogyakarta dan beberapa bagian wilayah Indonesia maka baru pada syarat wujudul hilal sudah terpenuhi walaupun sebagian wilayah Timur syarat wujudul hilal belum terpenuhi karena hilal berada di bawah ufuk saat matahari terbenam. Berdasarkan prinsip transfer wujudul hilal, maka seluruh kawasan Indonesia dinyatakan 'hilal telah wujud' sehingga awal bulan ditetapkan jatuh pada :

Selasa, 9 Juli 2013

Nah lho udah tahu kan kenapa kita-kita pada puasa hari Selasa? Ehmmmmm, gitu dong sahabat IPM. Jadi kita bukan sekedar ngikut aja, minimal tahu lah "CORO BODHONE" atau dasar-dasarnya. Dengan gitu PD aja lagi ngibadah sepuasnya di Bulan penuh berkah ini.

Eits...... baca ini juga sahabat IPM, tak kasih referensi ya....